Tunggu Sebentar
InspirasiMotivasi

Tentang Sebuah Pemahaman

Coba tanyakan pada diri kita. Sejauh ini apa karya dan sumbangsih yang sudah pernah kita torehkan? Adakah? Coba tuliskan. Kalaupun ada, sudah seberapa banyak? Sudah seberapa besar itu memberikan efek manfaat untuk orang lain? Atau jangan-jangan kita masih bingung dan tidak tahu apa yang harus ditulis. Jangan-jangan kita baru menyadari bahwa selama ini kehidupan kita masih berkutat pada aku, aku dan aku. Bukan perkara seberapa besar dan hebat bentuk karya dan sumbangsih itu, bukan pula sebagai ajang pembuktian kepada orang lain dan ajang eksistensi diri. Tapi lebih kepada bentuk kesadaran akan esensi sebuah kehidupan. Bahwa hidup ini terlalu sempit jika dimaknai hanya sebagai wahana memenuhi hasrat dan kebahagiaan diri. Bukankah dunia ini terlampau luas jika hanya untuk itu? Bukankah potensi kita terlalu hebat jika hanya untuk itu? Bukankah tenaga kita terlampau besar jika hanya untuk itu? Bukankah otak kita terlalu cerdas jika hanya untuk itu? Coba renungkan.

Saya rasa konsepsi sebuah kehidupan memang tidaklah sesederhana itu. Tuhan menciptakan manusia dengan segudang potensi luar biasa yang bahkan manusia sendiri tidak akan pernah tahu sejauh mana potensi mereka sebelum mereka benar-benar bersedia menggali, mengenali dan mengasahnya. Begitu banyak orang lain selain diri kita di samping kanan, kiri, depan dan belakang kita. Seharusnya kita pun akan bertanya, apa peran kita di antara mereka?. Karena setiap manusia dikaruniai karakter, keunikan dan potensi tersendiri maka seharusnya dengan modal inilah kita bisa mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Peran apa yang akan kita jalankan. Coba pikirkan baik-baik, renungkan dalam-dalam. Dan yang paling penting untuk diingat adalah kita tidak akan pernah tahu kapan akhir dari episode kehidupan kita. Maka hal yang paling bijak adalah segera berbuat. Segera bertindak. Karena sekali lagi waktu kita sangatlah terbatas.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Allah SWT berfirman:

Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7)

 

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ الله فِي حَاجَتِهِ

“Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya.” (Muttafaq ‘alaih)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ, ةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Barang siapa yang memudah kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: