Tunggu Sebentar
Hati

Antara Hati dengan Doa

Seringkali kita memendam dalam hati. Ada banyak sekali. Kekaguman, kekecewaan, rasa suka, rasa benci yang tiada tara, dan lain sebagainya. Sehingga terkadang kita sulit mengaturnya. Sesekali hati kita merasa suka, nyaman jika bersama. Namun, sesekali muncul rasa benci bahkan walaupun hanya melintas di pikiran kita.

Itulah hati. Berbolak – balik sifatnya, kadang tak menentu arahnya. Ketika suatu saat, hati ini teguh terasa. Tapi, ketika diberi godaan sedikit goyah seketika. Hingga berharap hati kita punya saklar perasa. Agar hati ini berkehendak semau kita. Tentu saja, mustahil kan ya?

Maka, ingatlah bahwa hati ini ada yang menciptakan. Dia-lah Yang Maha Mengetahui dalam berbagai keadaan, termasuk dalam hati kita sekalian. Karena Dia paham, bahwa kita tidak bisa menguasai apa yang ada di permukaan diri hingga di hati yang paling dalam. Sudah sepatutnya, kepada-Nya lah kita bersandarkan. Kepada-Nya lah kita kembalikan, segala apa yang kita pendam.

Karena jika kita memendam sendiri, bisa jadi suatu saat rasa itu pergi. Karena jika kita memendam sendiri, tak ada hal yang pasti. Namun, jika kita sampaikan dalam do’a, Dia lah tahu apa yang terbaik untuk kita. Karena kita sampaikan dalam do’a, itu yang akan tercatat di langit selamanya.

Jangan simpan seseorang dalam hati, karena hati itu berbolak-balik sifatnya. Simpanlah seseorang itu dalam do’a, karena do’a itu tercatat di langit selamanya. – Ustadz Haron Din

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: